Minggu, 04 Desember 2011

FAKTA, SEBAGIAN BESAR PRIA TIDAK SETIA

Penelitian yang saya lakukan ini mungkin tidak bisa mewakili pria seluruh Indonesia, karena sample nya kurang menjangkau semua lapisan masyarakat, cuman mengamati teman- teman yang aku kenal dan sedang punya selingan, tapi paling tidak bisa memberi informasi awal fakta yang menarik tentang pria, sebaiknya anda gak usah percaya tentang penelitian saya ini, .. saya sarankan percayalah pada suami anda bahwa dia adalah pria baik dan setia titik …

1. Alasan emosional
Riset menunjukkan 48 persen laki-laki mengatakan ketidakpuasan emosional sebagai alasan utama berselingkuh. Banyak yang menyatakan perselingkuhan selalu berkaitan dengan seks. Hanya delapan persen pria yang mengatakan bahwa ketidakpuasan seks menjadi penyebab utama. Selebihnya lebih ke emosional. Sama seperti perempuan, pria juga ingin dihargai. Lelaki juga ingin dimengerti bahwa ia selalu berusaha membahagiakan dan menyenangkan pasangan. Ketika kepuasan emosional itu tidak didapat dari pasangan, ia mencari perempuan lain yang bisa memenuhi kehampaan jiwanya

2. Pria merasa bersalah ketika selingkuh
Sebanyak 66 persen pria merasa bersalah ketika sedang berselingkuh. Sedangkan 68 persen pria yang berselingkuh tidak pernah membayangkan sebelumnya, dan tidak mengharapkan perselingkuhan terjadi. Jadi jangan dikira ia merasa bebas berselingkuh. Bisa jadi ia malah membayangkan Anda ketika sedang bermesraan dengan selingkuhannya. Menurut Neuman, perasaan bersalah saja tidak cukup membuat pria berhenti berselingkuh. "Laki-laki paling jago membagi perasaannya. Mereka bisa menahan emosi dan baru menghadapi perasaan itu di kemudian hari, Meski si dia berjanji untuk tidak selingkuh, bukan berarti ia tidak akan berselingkuh selamanya. Saat ini mungkin tidak, tapi entah esok, lusa atau mungkin tahun depan ia akan mulai memikirkannya.

3. Pria berselingkuh terpengaruh teman
Sebanyak 77 persen pria yang berselingkuh mempunyai teman dekat yang juga selingkuh. Pesan orangtua agar tidak salah dalam bergaul ternyata ada benarnya. Menurut penelitian Neuman, bergaul dengan teman yang sering selingkuh, membuat si dia berpikir selingkuh itu sesuatu yang normal. Tapi, alasan ini tidak lantas membuat Anda melarang si dia berteman. Anda boleh saja meminta pengertiannya untuk tidak ikut dalam acara di mana banyak kesempatan berselingkuh. Anda dan dia perlu lebih sering berkumpul dengan teman yang berkomitmen setia dalam hubungan dan keluarga.

4. Pria bertemu WIL di tempat kerja
Sebanyak 40 persen pria bertemu wanita idaman lain (WIL) di tempat kerja. Perempuan yang menjadi idaman lain pria biasanya gemar memuji, mengagumi, dan mengapresiasi prestasi kerjanya. Nah, inilah pentingnya pasangan saling menghargai. Anda bisa mengetahui perempuan lain yang mengagumi pasangan dari seberapa sering ia menyebut satu nama rekan kerja perempuan dibandingkan pria. Apalagi jika ia mengingau namanya. Apa yang bisa dilakukan? Bicarakan. Diskusikan mengenai batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan rekan kantor berlawanan jenis. Misalnya dengan siapa ia lembur, siapa yang menemaninya dinas ke luar kota atau hal lainnya yang bisa disepakati berasama pasangan.

5. Tidak semua WIL lebih menarik secara fisik
Hanya 12 persen pria yang mengatakan bahwa WIL lebih menarik secara fisik ketimbang pasangannya. Sebenarnya, si dia tidak berpikir untuk berselingkuh agar mendapat seks yang lebih baik dengan perempuan yang lebih seksi. Pria berselingkuh untuk mengisi kekosongan emosionalnya. Jika pria merasa nyaman dengan perempuan lain, barulah seks mengiringi.
Jika cemas pasangan berselingkuh, jangan terlalu fokus tentang hal itu. Justru bangunlah hubungan yang lebih baik dengan pasangan. Namun jangan mengesampingkan seks. Karena itu adalah salah satu cara pria mengekspresikan rasa cinta.

6. Pria tak langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya
Hanya enam persen laki-laki yang langsung berhubungan seks dengan selingkuhannya. Sementara 73 persen pria memerlukan waktu sekitar satu bulan. Ia akan lebih dahulu mencari tahu tentang perempuan tersebut dan meyakinkan perasaannya. Jadi, sebelum perselingkughan benar-benar terjadi, Anda masih punya waktu untuk mencegahnya.

PERLU PERTIMBANGAN MATANG SEBELUM ANDA LAKUKAN

Tidak semua suami berhati seluas samudra, tidak semua laki-laki penyabar dan mau koreksi diri, evaluasi, tidak semua pria mengakui kekurangannya, tapi sebagian besar pria tercipta sebagai mahluk yang sukanya menang sendiri, egois dan sewenang-wenang terhadap pasangannya, bila mengetahui pasangannya nyeleweng.
Penelitian yang aku lakukan membuktikan bahwa :

Perempuan dan laki-laki sama-sama menderita ketika mengetahui pasangannya selingkuh. Anda dan dia sama-sama berjuang mengatasinya, namun meresponsnya dengan cara yang berbeda.
Maka perlu anda renungkan dan pertimbangkan akibatnya.

BILA TERBONGKARNYA KASUS PASANGANNYA SELINGKUH :
Pria : Cenderung tak bisa melupakan.
Anda: Pintar bermain perasaan, lebih cepat sembuh.
Pria terlihat cepat sekali melupakan perselingkuhan pasangannya. Tapi jauh di dasar hatinya sebenarnya tidak begitu. Pria, sejak kecil, diperlakukan berbeda. Budaya membuat pria harus tampil sebagai sosok kuat dan tegar, tidak boleh menunjukkan perasaan termasuk menangis.

Tapi stereotip ini justru membuat pria tidak pandai menangani masalah perasaannya. Apalagi pria cenderung tidak multitasking sehingga hanya bisa memilih salah satu "feeling mode" atau "thinking mode". Saat pria merasa sakit akibat putus cinta, mereka masuk ke dalam "feeling mode", dan menjadi berlebihan dengan perasaannya itu. Akibatnya kaum pria menjadi "lumpuh" atau sangat marah.

Pria cenderung tidak bisa mengeluarkan isi hati dan menarik diri. Lalu melakukan penyangkalan, dan mengalihkannya ke hal lain, misalnya pekerjaan. Ini juga dilakukan untuk segera melarikan diri dari perasaan sakit. Tapi, sesungguhnya perasaan yang dipendam itu tidak pernah sembuh.

Sedangkan perempuan, dengan kemampuan multitasking, bisa menangani perasaan dengan lebih baik karena bisa berpikir dan merasakan pada saat bersamaan.
Perempuan lebih banyak mengekspresikan emosi dan lebih lihai mengutarakan perasaan. Walaupun terkesan lebih drama, banyak menghabiskan tisu untuk air mata, tapi bisa melakukan resolusi penyembuhan lebih cepat ketimbang pria.

Dia: Lebih agresif membuat keputusan.
Anda: Menuntut penjelasan sebelum bertindak.
Kebanyakan pria bertindak agresif begitu merasa dikhianati. Pria cenderung gampang sekali meledak dan membuat keputusan untuk mengakhiri hubungan. Mereka tidak membutuhkan penjelasan panjang lebar, apalagi ketika egonya terusik. Namun, seperti dikatakan di awal, kecenderungan ini tak bersifat mutlak. Tergantung kemampuan pria mengelola emosinya.

Sementara, reaksi perempuan lebih beragam dari sekadar sedih dan menangis, hingga agresif. Ada yang memilih mengabaikan perselingkuhan dan melanjutkan hidup mereka, ada juga yang segera memilih putus. Namun bagi perempuan, penjelasan menjadi sesuatu hal yang penting mereka dapatkan sebelum mengambil keputusan.
Perempuan cenderung mengkonfrontasi pasangan, menuntut penjelasan, mencari penyebab, baru kemudian bertindak. Bahkan sebuah perselingkuhan kecil menimbulkan daftar pertanyaan yang panjang. Pertanyaan yang selalu muncul di antaranya: apakah dia selingkuh karena saya mengabaikannya? pengaruh teman-temannya? atau memang sifatnya yang penggoda? Perempuan juga cenderung ingin tahu tingkat perselingkuhan itu, apakah fisik, emosional, stabil, mendalam, beberapa kali, atau hanya one night stand?
Karena pemikirannya yang kompleks, perempuan pun kadang terjebak dengan emosinya. Sekali lagi, ini tak mutlak karena tak semua perempuan memiliki masalah emosi yang sama. Karenanya, perlu dipahami bahwa, stereotip terhadap perempuan sebagai makhluk lemah, cengeng, bukanlah penyifatan mutlak dalam diri perempuan. Hal ini bisa diubah, perempuan pun bisa kuat seperti budaya yang membentuk pria sebagai sosok kuat dan tegar.

Dia: Sulit memaafkan.
Anda: Mudah memaafkan dengan banyak syarat.
Memaafkan adalah reaksi paling kerap dilakukan oleh perempuan. Sementara pria tidak mudah memaafkan. Jika pasangan mengakui perselingkuhannya secara langsung, perempuan cenderung mudah memaafkan. Boleh jadi, kemampuan perempuan mengelola perasaan, membuatnya lebih peka.
Namun, memaafkan bukan berarti tanpa waspada. Perempuan cenderung berhati-hati dalam menjalani hubungannya, tak ingin lagi terluka perasaannya dengan mengajak pasangan memperbaiki hubungan. Bagi sebagian perempuan, perselingkuhan bisa jadi membuatnya cenderung mengekang kebebasan pasangan dibandingkan sebelumnya, dan menjadi lebih gampang curiga. Namun hal ini juga bisa terjadi pada laki-laki.
Prinsipnya, bukan karena dia perempuan dan laki-laki, tetapi lebih kepada bagaimana perempuan dan laki-laki tersebut mengelola emosinya yang dipengaruhi budaya pelabelan yang sejak kecil melekat dalam dirinya.
Karena perempuan cenderung diperlakukan sebagai sosok lemah lembut penuh perasaan sejak kecil, alhasil, emosi lebih menguasai dirinya dalam merespons berbagai masalah. Sementara laki-laki, yang sejak kecil, dibiasakan dalam keluarga menjadi sosok tegar, kuat, tak diizinkan menggunakan perasaan, akhirnya tumbuh sebagai orang dewasa yang kurang peka. Namun, pelabelan ini bisa berubah, perempuan bisa menguatkan dirinya, laki-laki pun bisa melatih kepekaan dan mengelola perasaan lebih baik lagi.

Kesimpulan dan Saran
Didasarkan paparan di atas (dari berbagai macam sumber referensi) maka saya mengambil kesimpulan bagi para istri yang jadi ibu rumah tangga, bersabarlah dan maafkanlah bila suami anda melakukan selingkuh, dan jangan sekali-kali anda lakukan perselingkuhan, karena resikonya besar sekali kecuali memang ada masalah yang bisa dimaklumi anda lakukan perselingkuh misalnya suami sakit shg gak bisa berfungsi sebagai suami, kalau cuman kepuasan tak ada habisnya dan manusia selalu tidak akan puas.atau kecuali kepepet.

ISTRI YANG SETIA, ISTRI YANG JUJUR DAN ISTRI YANG SUNGGUH-SUNGGUH MENCINTAI KU, adalah pilihan para suami, tapi CANTIK, CERDAS DAN JUARA SEKS adalah d

Mungkin Anda bertanya apa sih bedanya istri dengan kekasih..?, istri bisa di bilang sebagai konco wingking (teman di rumah) lebih ekstrimnya teman duka jadi sebaiknya memilih yang setia, jujur dan mencintaiku sehingga kita tenang dalam beraktifitas. Dan kekasih belum tentu menjadi istri, sehingga banyak pria yang mendambakan ketiga kreteria (cantik, cerdas, seks oke)

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah adakah istri yang setia, jujur, sungguh-sungguh mencintaiku, cantik, cerdas dan jago di ranjang…? Dalam penelitian tidak menemukan… cantik luar dalam…sulit dicari.
Terkadang berbagai pertanyaan ini sering mengusik Anda, dan membuat Anda terus berpikir apakah Anda sudah memenuhi berbagai kriteria istri yang diidamkan kaum pria tersebut. Namun, apa sebenarnya yang diinginkan pria dari seorang istri?

Menurut sebuah penelitian, hasilnya tidaklah semenakutkan pikiran Anda. ElenasModels.com, sebuah website yang menangani perjodohan di Rusia, mengadakan jajak pendapat mengenai tiga kriteria yang diinginkan pria dari istrinya. Jawabannya adalah, sekitar 25 persen pria memilih istri yang setia. Sebanyak 15 persen pria memilih istri yang sungguh-sungguh mencintai mereka, dan 10 persen pria mendambakan istri yang jujur.
Fisik yang cantik, otak yang cerdas, sampai hubungan seks yang memuaskan, ternyata bukan menjadi prioritas pria yang ingin menjalani hubungan yang serius. "Yang diinginkan lebih kepada sifat, hati, dan integritas dari hubungan tersebut," ungkap Elena Petrova, CEO ElenasModels.com.
Survei ini juga menjangkau para perempuan untuk menilai tiga kualitas pria yang mereka inginkan sebagai suami. Hasilnya pun tak terlalu mengejutkan, karena nyaris sama dengan hasil yang dilakukan terhadap para pria. "Survei ini menegaskan sekali lagi bahwa kesetiaan, cinta, dan kejujuran, merupakan prioritas utama untuk membuat suatu hubungan berhasil," tambah Petrova.

Bagi pria, sifat dan hati seorang perempuan lebih berharga dibandingkan fisik semata. Sehingga tak akan berguna jika Anda terus menonjolkan kecantikan fisik tanpa dibarengi kecantikan sifat dan hati. Namun, tak salah juga jika Anda melengkapi kecantikan hati dengan kecantikan fisik untuk menyenangkan suami.

90% PRIA DEWASA MENGALAMI DEPRESI

Berbagai macam sebab sehingga pria dewasa banyak yang mengalami depresi, tekanan ekonomi, volume kerja, masalah keluarga, hidup susah, terlalu kaya, terlalu miskin, sakit yang tidak kunjung sembuh, istri cantik adalah pemicu orang menjadi depresi, coba kenalin tandanya apakah suami anda termasuk yang mengalami depresi…? Sebelum parah perlu penanganan lebih cepat dan tepat…Suhu konsultan gratis…
Inilah yang dialami suami anda ..? lanjut kirim :

1. Kelelahan Orang yang depresi mengalami berbagai perubahan fisik dan emosional. Mereka bisa mengalami kelelahan, kelambatan dalam gerakan fisik dan bicara, atau proses berpikir. Para ahli juga menemukan pria lebih sering dilaporkan menderita kelelahan dan gejala fisik dari depresi dibandingkan wanita.

2. Kesulitan atau terlalu banyak tidur
Gangguan tidur, seperti insomnia, bangun terlalu pagi, atau justru terlalu banyak tidur, merupakan bagian dari gejala depresi. "Sebagian pasien tidur 12 jam setiap hari dan masih merasa kelelahan. Atau ada juga yang terbangun dari tidur setiap dua jam," kata Dr.Cook.

3. Sakit perut atau nyeri punggung
Gangguan kesehatan seperti sembelit, diare, atau pun sakit kepala dan nyeri punggung, sering ditemui pada orang-orang yang menderita depresi. Namun, mereka sering tidak menyadari nyeri kronik tersebut adalah gejala gangguan mental.

4. Gampang marah
Bukannya terlihat sedih, pria yang sedang depresi sering menunjukkan sikap mudah marah. "Jika berbicara tentang komponen emosional, biasanya adalah kesedihan dengan perasaan mudah marah," kata Cook.

5. Sulit berkonsentrasi
Penurunan psikomotor bisa membuat kemampuan pria memproses informasi berkurang. Hal ini tentu mengganggu konsentrasi dan pekerjaan. Menurut Josh Klapow, psikolog klinik, saat depresi kita menjadi lebih lambat dan terus-menerus berpikir negatif sehingga sulit fokus pada satu hal.

6. Sikap bermusuhan
Beberapa pria yang depresi menunjukkan sikap marah, agresif, atau permusuhan, secara nyata. "Pria yang menyadari ada sesuatu yang salah perlu kompensasi dengan menunjukkan bahwa mereka masih kuat atau mampu," katanya.

7. Stres
Penelitian menunjukkan stres dalam jangka panjang akan menyebabkan perubahan baik pada tubuh atau otak, sehingga bisa memicu depresi. Dengan kata lain, merasa stres bisa menjadi indikator memiliki depresi.

8. Kecemasan
Gejala kecemasan memang lebih sering dialami wanita, tetapi pria yang depresi kerap mengalaminya. Malah, lebih mudah bagi mereka untuk mengungkapkan kecemasannya dibanding perasaan sedih.

9. Kecanduan
Kecanduan pada zat tertentu, terutama alkohol, banyak dialami pria yang depresi. "Ini bisa terjadi pada pria dan wanita. Namun memakai narkoba atau alkohol untuk menutupi perasaannya adalah strategi yang banyak dipakai pria," katanya

10. Disfungsi seksual
Depresi adalah alasan umum pada berkurangnya libido atau kegagalan ereksi.

11. Kebimbangan
Adalah wajar jika suatu saat kita merasa bimbang untuk membuat keputusan. Tetapi depresi bisa membuat kemampuan kita dalam memutuskan menjadi lambat. Sayangnya gejala ini sering tidak sadari.

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA secara PSIKIS

Rumah seharusnya merupakan sebuah tempat yang menyenangkan. Tempat untuk kita pulang setelah seharian beraktivitas, tempat yang hangat sehingga kita merasa aman dan terlindungi. Tapi bagaimana kalau rumah justru menjadi tempat penganiayaan yang tersembunyi?

KDRT tak hanya berupa kekerasan fisik tetapi juga meliputi kekerasan seksual, ekonomi dan psikologis. Termasuk dalam kekerasan psikologis adalah penghinaan, komentar yang merendahkan, termasuk juga melarang istri berkunjung pada keluarga maupun bersosialiasi dengan teman-teman yang tidak dikehendaki suami. Tidak mempunyai ruang frevasi sedikitpun, HP dengan se-enaknya suami buka-buka, selanjutnya marah bila ada pesan yang dia tidak mengenalnya, di sangkar emas tapi hidup bagaikan hidup dalam neraka. Seorang perempuan, sebut saja bernama Bunga , bercerita bahwa suaminya sering menyebut ia sebagai pelacur. “Tapi herannya, bukannya merasa jijik, dia masih saja mau berhubungan intim dengan saya, seperti tidak ingat bahwa dia sendirilah yang pernah menganggap saya seperti pelacur,” ujarnya pedih. Sakit mas aku, belum lagi aku gak boleh bekerja tapi tidak pernah di kasih uang, inilah derita ibu cantik, dengan mengusap tetes air mata kau ceritakan deritanya…

1. KEKERASAN PSIKIS / SIKSAAN BATIN
Kekerasan psikologis semacam ini memang bertujuan mengganggu dan menekan emosi, membuat istri tidak berani mengungkapkan pendapat, menjadi penurut, selalu bergantung pada suami dalam segala hal, termasuk keuangan.

2. KEKERASAN SEKSUAL
Sementara kekerasan seksual terjadi dalam bentuk pemaksaan dan penuntutan hubungan seksual. Seringkali ancamannya sederhana, istri tidak boleh menolak keinginan suami. Seperti yang dialami beberapa teman facebookku sudah mendapat hinaan, masih pula ingin berhubungan intim. Dalam kondisi seperti itu, sebenarnya istri ingin menolak, masih sakit dengan kata-kata suaminya. Tapi jika ditolak, justru timbul masalah berikutnya.

3. KEKERASAN EKONOMI
Sedangkan yang dimaksud dengan kekerasan secara ekonomi meliputi tidak memberi nafkah istri, yang biasanya terjadi pada istri yang tidak bekerja sehingga suamilah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga. Dengan demikian suami bisa menentukan sendiri berapa uang yang akan diberikan pada istri untuk keperluan keluarga, atau sama sekali tidak menafkahi. Di sisi lain, kekerasan ekonomi juga meliputi suami yang melarang istri bekerja, atau justru membiarkan istri bekerja untuk dieksploitasi. Artinya, istri boleh bekerja tapi penghasilannya digunakan untuk keperluan rumah tangga. Sementara gaji suami untuk keperluan dirinya sendiri dan kesenangannya…

Urusan ‘Dalam Negeri’
KDRT memang ibarat gunung es. Seberapa pun banyaknya perempuan yang telah melaporkan kejadian ini, masih lebih banyak lagi perempuan yang memilih untuk berdiam diri. Jika Anda kebetulan menjadi seseorang yang dipercaya untuk mendengar cerita ini dari seorang perempuan, berhentilah berpikir bahwa ini ‘sekedar’ masalah rumah tangga. Bantulah ia mencari pertolongan, baik dengan mendatangi rumah sakit, polisi, maupun lembaga swadaya masyarakat yang menangani korban KDRT. Tanpa bantuan dari pihak luar, korban KDRT sulit mencari jalan untuk keluar dari permasalahannya.
Saran:
Lawan lah suami yang seperti ini kalau sudah gak tahan mau berpisah , saya sediakan Pengacara, untuk anda dan anda akan mendapatkan bagian apa yang semestinya dapatkan.

PRIA TAMPAN TERNYATA BUKAN JAMINAN

Akhir-akhir ini banyak wanita yang dikecewakan dengan pasangan tampan, baik itu suami, pacar maupun kekasih bahkan sahabat, tapi nyatanya masih saja banyak teman kita yang suka pilih-pilih dalam mencari pasangan, (sahabat) hanya didasarkan tampang ganteng, gagah dan pinter, mengapa pertimbangan fisik masih saja terjadi, mengapa tidak yang biasa-biasa tapi baik hati?, yang kau pilih ...? mengapa hal ini terus terjadi…? Mengapa yang tampan masih menjadi rebutan…? Pantesan Mas Eko, menjadi pria setia. Bahkan di luar negeri sekarang sudah mulai bergeser pria biasa kini malah dicari karena akan lebih enak dan mudah diatur…

Pria-pria perayu yang misterius tidak lagi didamba para perempuan.
Kita bisa termimpi-mimpi menyaksikan sosok pria penggoda dan misterius, yang kerap menghilang ketika si tokoh perempuan mulai bergantung padanya. Setelah terbangun dari mimpi, barulah kita sadar bahwa pria-pria seperti itu seringkali bukan tipe pria yang akan menjamin hubungan jangka panjang.

Dalam kenyataannya, pria sempurna bagi perempuan kebanyakan adalah yang dapat diandalkan, lucu, bisa memasak, dan tidak jauh lebih tinggi daripada kita. Setidaknya, itu menurut 3.000 perempuan yang disurvei oleh OnePoll. Artinya, sebenarnya yang diharapkan perempuan dari seorang lelaki tidak muluk-muluk.

Survei tersebut juga menyebutkan, pria ideal bagi rata-rata perempuan adalah yang berusia 30-50 tahun, punya pekerjaan tetap tetapi juga memiliki sisi kreatif yang bisa diandalkan -mungkin untuk menambah penghasilan sampingan. Penemuan ini tentunya bertentangan dengan keyakinan selama ini bahwa pria sempurna adalah yang jangkung dengan perut six packs.

"Tampaknya pria-pria kebanyakan kembali populer, sedangkan pria tampan yang atletis yang kita harapkan berada di urutan pertama pria yang kita cari, secara mengejutkan tidak lagi menjadi favorit," ujar juru bicara studi ini, Steven Simpson.

Di kehidupan nyata, tentunya Anda juga lebih mudah menemukan pria yang "biasa-biasa" saja, daripada pria yang memiliki banyak kelebihan fisik kan? Tampang ganteng, gagah tidak jaminan bisa membahagiakan anda… pria biasa masih ada harapan untuk terus maju.. ..tetap semangat kawan …

ISTRI GILA FACEBOOK/BBm, membuat SUAMI HILANG HASRAT BERCINTA

Hati-hati bila anda pencinta facebook/BBm, mungkin bisa membuat suami anda menjadi ilfil tak bergairah lagi dengan anda, beberapa teman pria banyak mengeluhkan hal itu, malah istri sering berat facebook / BBm ketimbang waktu untuk berintim dengan suami, mumpung malam ini malam jumat sesuai dengan Sunah Rosul usahakan anda jangan BBm/facebook.. gunakan waktu anda untuk bercinta, ini sebabnya bila anda sering BBm/Facebook… suami bisa hilang gairah…
Setiap pasangan mudah terangsang namun juga mudah saja kehilangan hasrat. Apalagi jika Anda melakukan enam kebiasaan ini di situs jejaring sosial seperti Facebook/BBm. Jaga perilaku Anda agar hasrat Anda dan dia tetap menggelora.

Inilah perilaku di Facebook/BBm yang bisa meredam hasrat pasangan:

1. Mengungkit mantan.
Sebenarnya tak etis jika Anda terlalu sering mengumbar kisah pribadi di situs jejaring sosial, apalagi jika Anda mengungkit masa lalu termasuk kisah buruk dengan si mantan.
Mengumbar pengalaman pribadi yang buruk dengan mantan, hanya akan menimbulkan kesan kekanak-kanakan dan minta dikasihani. Siapa pun takkan nyaman berpasangan dengan si pengeluh bukan?

2. Pose sok seksi.
Situs jejaring sosial memang menjadi pilihan favorit untuk menampilkan foto dan gambar. Namun, jika Anda terlalu mengekspos foto diri sendiri, apalagi dengan pose sok seksi seperti mengerutkan bibir seperti akan mencium seseorang, akan timbul kesan tak menyenangkan. Ekspresi seperti ini menimbulkan citra buruk pada diri Anda sendiri. Meski menurut Anda pose tersebut lucu atau sekadar iseng, tetap saja, selera humor seperti ini tak pantas diumbar di media sosial.

3. Terlalu sering update status.
Berapa kali Anda mengganti status Facebook? Jika Anda selalu mengganti status Facebook setiap 20 menit, mulailah ubah perilaku Anda. Perilaku seperti ini memunculkan asumsi bahwa Anda adalah pribadi obsesif-kompulsif atau Anda tak punya hal lain yang bisa dikerjakan.
Anda terkesan sebagai orang yang haus perhatian, dan tak menghargai privasi. Perilaku ini menjadi penilaian bagi pasangan. Apalagi bagi Anda yang masih dalam tahap berkencan. Bisa jadi si dia menilai buruk terhadap Anda, menganggap Anda tak bisa menjaga privasi. Perangai seperti ini juga membuat pasangan menjadi ilfil terhadap Anda.

4. Memberi "Like" pada semua hal.
Anda dan pasangan saling suka dan tertarik karena sejumlah persamaan atau memiliki hobi, selera, atau pandangan yang sama. Jika semua hal Anda sukai, dengan memberi "Like" di Facebook/BBm , Anda terkesan seperti orang yang mencari pengakuan diri dan tak memiliki keunikan atau bahkan kepribadian. Jangan heran jika kemudian pasangan menjauh, karena tak menemukan sisi menarik dari Anda.

5. Punya terlalu banyak teman.
Mempunyai ribuan teman di Facebook tak lantas menandakan Anda pintar bergaul atau bersosialisasi. Apalagi jika teman-teman itu tak semuanya Anda kenal, hanya sekadar menambah teman supaya terlihat keren. Termasuk jika Anda berteman dengan para orangtua atau keluarga dari teman-teman yang tak terlalu akrab dengan Anda.
Perilaku seperti ini mengesankan bahwa Anda terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menjelajah kehidupan orang lain melalui Facebook. Kesan yang muncul kemudian, Anda adalah orang yang tak memiliki kehidupan pribadi atau bahkan tak memiliki pekerjaan lain yang lebih penting, daripada sekadar menambah teman di Facebook.

6. Tak lepas dari Mafia Wars atau Farmville.
Tak ada salahnya menghibur diri dengan menikmati aplikasi games di Facebook. Fantasi memang menyenangkan. Namun jika Anda kecanduan permainan di Facebook seperi Mafia Wars atau Farmville, waktunya untuk mengoreksi diri.
Karena jika tidak, permainan ini bukan lagi menjadi hiburan namun telah menjadi obsesi. Apalagi jika kemudian Anda menjadi asosial, terpaku dengan permainan online, dan membuat Anda kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi dan bersosialisasi tatap muka.

Bagaimanapun, pasangan Anda membutuhkan komunikasi dua arah, privat, dan dengan tatap muka. Bukankah ketertarikan fisik dan seksual berawal dari obrolan hangat, suasana akrab ditambah tatapan mesra?

BERHENTILAH… BERI WAKTU UNTUK PASANGAN ANDA, JANGAN SAMPAI RAGA ANDA ADA DI DEKAT SUAMI TAPI JIWA ANDA MELAYANG-LAYANG KE UDARA (DUNIA MAYA).